Sepak Bola, Politik dan Indonesia

Ayah akan bercerita padamu secuil dari apa yang ayahmu ketahui tentang politik dan Indonesia ketika kamu cukup umur kelak. Tapi mirip foto ini, politik itu seni permainan. Beda obyek saja, yang satu merebut bola untuk dimainkan, yang lain merebut kekuasaan untuk dikelola.

Jauh sebelum foto ini, di periode 2014, ayahmu karena pekerjaannya, dan tokoh besar di sebelahmu, Romahurmuziy yang karena partainya berada pada barisan yang berbeda. Suatu hari, tim kami mendengar Gus Romy pimpin sendiri tim untuk mencari titik lemah capres lawan dia di Solo, kota tempat Sang Capres pernah menjabat sebelumnya. Dan kami pun memberikan respon menghadapinya.

Semua itu lumrah dalam permainan kekuasaan. Yang tidak boleh adalah berdusta, di luar itu permainan fakta untuk membentuk preferensi politik adalah sah saja. Kami bertempur dengan ‘gameplan’ masing-masing sampai hari penghakiman di kotak suara itu tiba.

Tapi pada hari itu, Sang Ketum memelukmu erat ketika ayah kenalkan sebagai anak lelaki kesayangan. Dia menyematkan doa untukmu, terasa tulus, karena ayahmu bukan dari golongan partainya. Dan sebaliknya ayah mengagumi cara Gus Romy mendidik anak perempuannya semata wayang menjadi anak Indonesia yang cerdas.

Ya, karena bagi kami, permainan itu telah usai saat diputuskannya siapa pemenang dalam kontestasi itu. Beliau kembali ke partainya, ayahmu memilih profesinya. Dan hari itu kita merayakan sepakbola bersama. Kebetulan kami sama-sama suka Jerman, tapi memilih kaos yang berbeda warnanya. Apalah arti kaos dibanding keindahan sistem bermain Die Mannschaft bukan?

Banyak pemikir besar yang menekuni teori politik di luar sana menuliskan pergulatan ini dalam beragam bingkai pendekatan. Dalam konteks politik modern bahkan dimaknai dalam bingkai liberalisme. Demokrasi harusnya memuat nilai-nilai liberty, equality dan dignity.

Tapi Indonesia kita menemukan kebijaksanaannya sendiri. Demokrasi kita bukan kebebasan mutlak tapi ia mengakar pada nilai Ketuhanan YME, menjunjung nilai keberadaban dan keadilan untuk kemanusiaan, merekatkan keragaman kita dalam satu persatuan, mengutamakan musyawarah serta bekerja keras mewujudkan kesejahteraan sosial.

Kita bersyukur atas formulasi demokrasi Indonesia yang diletakkan para Bapak pendiri negeri itu. Jika ada permainan yang sengaja atau tidak menggunakan narasi sebaliknya, maka lawanlah karena itu BUKAN Indonesia.

Tips Menonton di Stadion Santiago Bernabeu

Bagi para penggemar sepakbola, nama Santiago Bernabeu pasti akrab terdengar. Ya, stadion ini milik sang Raja Eropa dengan 12 gelar, Real Madrid. Stadion ini tergolong berukuran raksasa di eropa dengan berkapasitas lebih dari 80 ribu tempat duduk. Di saat-saat pertandingan besar, seperti El Classico yang mempertemukan Madrid dengan Barcelona, atau derbi kota Madrid versus Atletico, serta babak gugur liga Champion sudah dipastikan stadion ini akan full house atau penuh terisi dan tentunya harga tiket yang melambung.

Satu-satunya tips untuk mendapatkan harga lebih terjangkau adalah merencanakan jauh-jauh rencana menonton kemari. Anda bisa membeli di tiket on-line yang kredibel. Dan saya serta anak saya beruntung waktu itu mendapatkan tiket relatif murah dari footballticketnet.com dengan mengganti tiket terusan sepasang keluarga madridista yang tidak jadi menggunakan tiket mereka.

Sebelum Anda tiba di stadion Santiago Bernabeu ada baiknya anda mengenali posisi gate (pintu masuk) Anda. Hal ini penting mengingat stadion raksasa ini memiliki begitu banyak pintu masuk, dan jarak antar sisi stadion akan menguras waktu dan tenaga jika anda harus mengitarinya. Anda bisa mempelajari struktur bangunan stadion ini di website resmi madrid di : http://www.realmadrid.com. Seperti yang Anda lihat di bawah ini.

20180303_170118

Peta stadion Santiago Berneabeu

Penjagaan di area stadion ini cukup ketat, petugas keamanan berada di pintu masuk dengan perangkat metal detector akan mengecek dengan teliti setiap penonton yang akan masuk. Benda seperti kayu, botol kaca, atau benda tajam pasti akan disita sebelum Anda masuk gerbang stadion. Problem dari saya saat membawa tiket terusan yang bukan atas nama saya adalah ditolak masuk oleh petugas sesuai peraturan tertulis mereka. Tips sederhana adalah masukkan tiket itu di dompet Anda dan cukup tempelkan dompet (tanpa mengeluarkan tiketnya) sehingga luput dari perhatian petugas. Bagaimana jika apes? maka berikan jawaban sederhana : bahwa Anda diberi tiket oleh kolega Anda di madrid sesuai dengan nama yang tertera di kartu tersebut.

20171223_120527

Tiket yang dikirim oleh Footballticketnet

Perhatikan benar di mana zona (atau sisi stadion di aman tempat duduk Anda berada). Dalam kasus saya seperti gambar di atas, kami duduk di sisi lateral oeste), kemudian perhatikan pintu masuk Anda dengan melihat kata accesso atau dalam versi kartu komersial lain bernama gate, di kartu yang saya pegang (pada bagian lain gambar di bawah. Pada tiket masuk saya, tertera acceso kami pada Torre B (atau menara B). Sisi ini merupakan sisi madridista atau fans berat madrid bahkan level ultras. Perhatikan benar, jangan pernah pakai atau mengeluarkan atribut lawan di sini, meskipun Anda memiliki ilmu kebal sekalipun hehehe

Setelah berada di dalam gate Anda, cari di mana sector tempat duduk. Sector ini menunjukkan di sisi bawah, tengah atau atas stadion. Cari tangga yang merupakan akses ke sector Anda sehingga lebih mudah dan cepat. Vomitorio merupakan gang di bagian sector yang menjadi pintu masuk ke akses tempat duduk Anda (pada kartu saya tertera 510-W), biasanya ada petunjuk di bagian atas pintu seperti terlihat pada foto di bawah ini :

20171223_115619

Mencari sektor tempat duduk

Nah tahap akhir sekarang, tinggal lihat pada tiket Anda kata fila (baris), fila ini Anda bisa lihat di lantai tangga. Pada tiket saya tertera tempat duduk saya berada di baris 2. Selanjutnya tinggal mencari nomer tempat duduk Anda. Sebagai catatan, di Stadion Santiago Bernabeu, tempat duduk pada satu fila selalu nomer genap-genap, atau ganjil-ganjil.

Setelah menemukan tempat duduk Anda, maka selamat menikmati atmosfer pertandingan yang tidak akan terlupakan di Stadion termegah dan menjadi saksi sejarah rentetan prestasi Real Madrid sebagai klub dengan gelar La Liga dan Liga Champion serta Piala Dunia Antar Klub terbanyak. Hala Madrid!

Berikut foto-foto selama pertandingan.

Halal Bil Halal 2017 : Bertemu Sandiaga Uno

Foto Bareng SandiagaDi sela halal bil halal di kediaman Bapak Chairul Tanjung (CT), Sandiaga Abdurrahman Jusuf, putra saya, bertemu Sandiaga Salahuddin Uno. Kata Pak CT, kalau yang kecil ini tanpa Uno tp Jusuf jadi dia anak Pak Burhanudin Jusuf Habibie dan Pak Jusuf Kalla šŸ˜Š

Nama anak saya ini hasil nadzar dengan puasa khawas al khawash (puasa khusus) selama 3 hari dan selama waktu itu akan dipilih dari 3 nama orang besar yang saya temuin di masjid. Maksud hati mengikuti puasa nadzar Nabi Zakaria untuk mendapatkan tanda Allah terkait nama-nama yang baik dengan puasa bicara Al-Sukut Wal Shumt. Tapi Allah Maha Tahu itu berat bagi saya, mengingat istri yg sdg hamil tua makin cerewet. Daripada berantem dan dia sensi, kita pilih puasa makan minum 3 hari saja.

Uniknya, ketemu Om Sandi lebih dulu di waktu dhuha d Masjid Sunda Kelapa. Lalu besuk ke Gus Dur dan shalat berjamaah di Ciganjur. Dan justru terakhir ketemu Pak JK usai meeting di war room mangunsarkoro secara beliau capres yang kami usung, eh malemnya ketemu Pak Habibie pula.

Sandiaga kecil sudah mulai keliatan mengikuti jejak seniornya. Dia dapat medal lari 5k di umur 5 thn šŸ˜Š

Di Balik Kemenangan Jokowi 2014 (Bagian 2)

CRAFTING POLITICAL CAMPAIGN : JOKOWI ADALAH KITA

(Tulisan lama ini baru dipublikasi agar dapat menjadi sharing pengalamanĀ seperti untukĀ kepentingan studi komunikasi politik)

Jokowi adalah KitaTrend penurunan elektabilitas seperti yang dijelaskan di bagian 1, tidak bisa diabaikan dalam sebuah pertarungan politik di level pemilihan presiden. Jarak kian rapat, yang dalam beberapa survei politik yang dipublikasikan di media massa waktu itu menujukkan selisih perolehan suara sudah di kisaran 1-6% di akhir Mei 2014. Bersama unit kecil, bernamaĀ Suropati, kami merumuskan strategi untuk melakukanĀ turnaround berikut turunan taktikal dan uraianĀ scenario planning-nya. Hasil kerja keras hampir 20 jam tiap hari dalam sepekan menghasilkan Jokowi Communication Strat (CommStrat) yang kami beri judul : Jokowi adalah Kita. Dan, saat dipresentasikan langsung di depan calon presiden Bapak Joko Widodo, beliau langsung menyetujui untuk mengubah arah kampanye dengan strategi baru Jokowi adalah Kita.

Sejatinya sebuahĀ commstrat demikian sarat dengan kompleksitas analisa data, namun dalam tulisan ini akan kami sederhanakan dalam paparan cerita tanpa kehilangan esensinya. Kami memulai strategi ini dengan ulasan SWOT yang kami rinci dalam dua bagian : (1)Ā Strength & Opportunities (2)Ā Weakness & Threat.

Strength & Opportunities berbicara mengenai 3 kekuatan utama dalam persona Joko Widodo dalam kompetisi waktu itu yaitu padaĀ kerja mengingat kompetitor Bapak Prabowo sempat kehilangan periode di muka publik paska diberhentikan dari jabatan beliau sebagai panglima kostrad. Sementara Jokowi memiliki rentetan rekaman jejak kinerja yang luar biasa di mulai dari dua periode dia mengelola Solo, hingga gebrakan di awal pemerintahan saat menjabat gubernur di DKI Jakarta.

Continue reading

Di Balik Kemenangan Jokowi 2014 (Bagian Satu)

Di Balik Kemenangan Jokowi 2014 (Bagian Satu)

(Tulisan lama ini baru dipublikasi agar dapat menjadi sharing pengalaman seperti untuk kepentingan studi komunikasi politik)

Research Management

Me


dio april 2014, setelah hiruk pikuk pemilihan legislative usai, intensitas pertarungan politik justru semakin tinggi. Panggung Akbar berikutnya bagi para politisi adalah pemilihan presiden. Gagalnya PDIP meraih 20% lebih suara cukup mengejutkan, mengingat di awal, banyak pengamat menjagokan PDIP akan melenggang mengulangi kemenangan pemilu besar di awal periode reformasi, dengan menumpangi arus kencang yang disebut Jokowi Effect.

Ya, Jokowi adalah fenomena baru dalam politik waktu itu. Melejit dari walikota sebuah kota kecil menjadi perbincangan ketika memenangkan pilkada DKI Jakarta dengan mengalahkan petahana dalam dua putaran. Arus dukungan publik demikian kencang baik internal PDIP maupun publik yang non partisan saat ini untuk mendesak Ibu Megawati Soekarnoputri segera mendeklarasikan pencalonan presiden Jokowi saat itu merupakan gambaran dari kuatnya popularitas maupun elektabilitas dari sosok Jokowi.

Tentu saja bagi lawan politik, kegagalan PDIP ini seolah menjadi bukti bahwa Jokowi bisa dikalahkan. Saat itu bersama dua kawan karib, Kiki Taher dan Putra Nababan, membentuk sebuah unit kecil bernama Suropati yang memang didisain untuk memantau perkembangan eskalasi politik sejak 2013, kami mencatat dari berbagai data mulai dari pelibatan big data analytic, intelijen media, behavioral research sampai survei politik bahwa serangan ke Jokowi ini akan berhasil jika issue cukup besar, influencers credible, media mendukung dan dilakukan secara kontinu. Dan sejak 9 april atau paska gagalnya PDIP meraih suara di atas 20% serangan makin tajam seperti yang bisa dilihat dalam grafis rekaman pola pergerakan isu dalam timeline 2014.

Continue reading