PERANG MELAWAN HOAKS ALA SINGAPURA

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pr7th6368

Membaca berita ini, saya teringat di beberapa tahun silam, saat menemani guru dan senior kami, Pak Ishadi dan Pak Latief Harnoko, menyambut rombongan menteri senior Mr.Chee dari Singapura. Mereka belajar dari pengalaman kita sebagai bangsa saat menghadapi proses pemilu 2014, saat hoaks menjadi sebuah operasi politik yang sangat masif dibanding era sebelumnya karena perkembangan teknologi informasi dan media baru.

Bagaimana kebohongan di-engineering dengan sederet algoritma yang ‘tidak memiliki hati’, seakan menemukan ‘pasangan’ yang sempurna dengan politisi yang tak lagi menggunakan hatinya dan menganggap politik adalah permainan kekuasaannya semata. Adu kiri, adu kanan, sedang dia sendiri kemudian balik badan 😪

Continue reading

Pendidikan Karakter

Setiap kelas mata kuliah saya di Universitas Indonesia, setiap kesempatan berbagi sebagai pembicara di kampus dan di setiap kesempatan berinteraksi dengan mahasiswa saya, selalu saya sisipkan pertanyaan untuk mengganggu kenyamanan mereka. “Apakah kalian tidak salah ambil jurusan? Apakah lapangan pekerjaan masih tersedia untuk profesi kalian? Dan berbagai pertanyaan serupa kepada para calon pemimpin negeri ini tersebut.

Kita berada pada zaman yang perubahan terjadi demikian cepat. Model bisnis dengan cepat tidak relevan. Teknologi dengan cepat usang, dengan tingkat penemuan terjadi dengan akselerasi yang luar biasa.

Kedigdayaan teknologi komputasi sudah mulai terlihat saat super komputer ‘deep blue’ menekuk dengan mudah pecatur paling jenis dalam sejarah, Kasparov, di tahun 1996. Kecerdasan buatan kemudian berkembang pesat membuat otomasi bekerja lebih cepat dan cerdas menggantikan tenaga manusia.

Ada karib saya dulu berusaha menghibur diri bahwa peradaban manusia tidak akan pernah dikalahkan mesin, karena kita memiliki rasa. Eh, siapa bilang mesin tidak, terbukti rasa manusia terbentuk oleh algoritma mesin pencari google saat mencari kuliner terenak di kota yang baru kita singgahi.

Lalu bagaimana kemanusiaan bisa berdiri tegak menjawab hal ini?

Tidak ada ruang untuk malas. Saya selalu katakan, jangan merasa gagah dengan jaket kuning dan duduk kuliah di gedung serta fasilitas nan wah. Karena akses terhadap pengetahuan di era ini terjadi nyaris tanpa sekat ruang dan waktu. Saat kita duduk tekun menyantap ilmu dari dosen, di belahan dunia lain, mahasiswa sebaya mereka pun melakukan yang sama. Determinasi menjadi faktor pembeda, siapa bekerja tekun, dia pemenang.

Saya sendiri tidak pernah tahu masa depan akan berakhir seperti apa. Jangan-jangan usai menulis catatan ini, profesi saya pun terdistrupsi dan saya tergantikan. Tapi saya punya pondasi keyakinan, manusia adalah ‘masterpiece’ ciptaan Tuhan, yang disebut oleh Sang Penciptanya sendiri sebagai yang sempurna. Akal-tubuh-hati kita dilengkapi instrumen Ilahiah bernama ruh. Menurut keyakinan pribadi saya, modal terbaik yang dimiliki manusia adalah kemanusiaan itu sendiri.

Bisa jadi, solusinya sesederhana mengubah cara pikir kita sendiri. Toh, ini bukan situasi yang baru sama sekali. Bukankah peradaban kita pun pernah galau bahwa tenaga otot manusia tergantikan dengan tenaga mesin uap yang lebih kuat dan murah di awal era revolusi industri?

Optimisme dan keberanian berkompetisi adalah dua hal yang kita butuhkan sekarang di tengah krisis kepercayaan diri sendiri seperti yang ditunjukkan oleh foto adik kita di demo hari buruh lalu. Di penutup tiap kelas saya selalu katakan, di detik ke-0 eksistensi diri sebagai manusia, kita adalah pemenang. Ya, kehidupan bermula dari sosok pemenang. Kita berawal dari kompetisi super keras sel sperma ayah kita yang telah menyisihkan berjuta-juta sperma lain. Melewati lingkungan yang sulit ditaklukkan oleh ukuran ‘kita’ waktu itu. Tapi manusia memenangkannya.

Selamat hari pendidikan nasional!

Sepak Bola, Politik dan Indonesia

Ayah akan bercerita padamu secuil dari apa yang ayahmu ketahui tentang politik dan Indonesia ketika kamu cukup umur kelak. Tapi mirip foto ini, politik itu seni permainan. Beda obyek saja, yang satu merebut bola untuk dimainkan, yang lain merebut kekuasaan untuk dikelola.

Jauh sebelum foto ini, di periode 2014, ayahmu karena pekerjaannya, dan tokoh besar di sebelahmu, Romahurmuziy yang karena partainya berada pada barisan yang berbeda. Suatu hari, tim kami mendengar Gus Romy pimpin sendiri tim untuk mencari titik lemah capres lawan dia di Solo, kota tempat Sang Capres pernah menjabat sebelumnya. Dan kami pun memberikan respon menghadapinya.

Semua itu lumrah dalam permainan kekuasaan. Yang tidak boleh adalah berdusta, di luar itu permainan fakta untuk membentuk preferensi politik adalah sah saja. Kami bertempur dengan ‘gameplan’ masing-masing sampai hari penghakiman di kotak suara itu tiba.

Continue reading

Tips Menonton di Stadion Santiago Bernabeu

Tips Menonton di Stadion Santiago Bernabeu

Bagi para penggemar sepakbola, nama Santiago Bernabeu pasti akrab terdengar. Ya, stadion ini milik sang Raja Eropa dengan 12 gelar, Real Madrid. Stadion ini tergolong berukuran raksasa di eropa dengan berkapasitas lebih dari 80 ribu tempat duduk. Di saat-saat pertandingan besar, seperti El Classico yang mempertemukan Madrid dengan Barcelona, atau derbi kota Madrid versus Atletico, serta babak gugur liga Champion sudah dipastikan stadion ini akan full house atau penuh terisi dan tentunya harga tiket yang melambung.

Satu-satunya tips untuk mendapatkan harga lebih terjangkau adalah merencanakan jauh-jauh rencana menonton kemari. Anda bisa membeli di tiket on-line yang kredibel. Dan saya serta anak saya beruntung waktu itu mendapatkan tiket relatif murah dari footballticketnet.com dengan mengganti tiket terusan sepasang keluarga madridista yang tidak jadi menggunakan tiket mereka.

Sebelum Anda tiba di stadion Santiago Bernabeu ada baiknya anda mengenali posisi gate (pintu masuk) Anda. Hal ini penting mengingat stadion raksasa ini memiliki begitu banyak pintu masuk, dan jarak antar sisi stadion akan menguras waktu dan tenaga jika anda harus mengitarinya. Anda bisa mempelajari struktur bangunan stadion ini di website resmi madrid di : http://www.realmadrid.com. Seperti yang Anda lihat di bawah ini.

20180303_170118

Peta stadion Santiago Berneabeu

Penjagaan di area stadion ini cukup ketat, petugas keamanan berada di pintu masuk dengan perangkat metal detector akan mengecek dengan teliti setiap penonton yang akan masuk. Benda seperti kayu, botol kaca, atau benda tajam pasti akan disita sebelum Anda masuk gerbang stadion. Problem dari saya saat membawa tiket terusan yang bukan atas nama saya adalah ditolak masuk oleh petugas sesuai peraturan tertulis mereka. Tips sederhana adalah masukkan tiket itu di dompet Anda dan cukup tempelkan dompet (tanpa mengeluarkan tiketnya) sehingga luput dari perhatian petugas. Bagaimana jika apes? maka berikan jawaban sederhana : bahwa Anda diberi tiket oleh kolega Anda di madrid sesuai dengan nama yang tertera di kartu tersebut.

Continue reading