CORONA DAN INTERAKSI MANUSIA

Hikmah dari Virus Corona bagi saya adalah terbukanya kembali komunikasi dengan sekelompok kawan lama 😅. Loh kok bisa? Ada beberapa kawan yang mungkin saking ‘sepet’ matanya memutus hubungan pertemanan FB usai lihat postingan saya bela Ahok dari gerombolan 212, atau tulisan saya mendukung Jokowi dalam 2 pemilu ditambah mungkin saya tambah garang lawan kelompok khilafah… Read More

BANGSA BERADAB

(Renungan Tengah Malam) Menyesal melewatkan tayangan ILC kemarin karena kesibukan. Tapi nyaman memirsanya. Begini kan enak, dialogis pendekatannya. Orangtua berbincang dengan anak-anaknya yang sedang kritis dan peduli ke bangsanya. Adik Mahasiswa bertanya. Dan Prof Yasona sebagai wakil pemerintah serta Pak Arsul Sani sebagai wakil DPR menjawab. Saya sebagai penonton menjadi lega, banyak kekuatiran adek-adek mahasiswi… Read More

Sinetron Politik 2019 : Pola Usang dan Aktor Lawas

*Drama 7 Kontainer* Seharusnya masih segar dalam ingatan (kecuali memang pelupa, seorang Andi Arief membuat gaduh ruang publik dengan tudingan tajam adanya 7 kontainer berisi jutaan kertas suara ilegal. Langsung komentar bersahutan silih berganti. Ada yang menuduh ini upaya masif rezim menggelembungkan suara, Jokowi maruk kekuasaan. Yang lain menohok penyelenggara pemilu lemah dan berat sebelah,… Read More

Politik Berke-TUHAN-an

*Renungan Jum’at* Tahun politik ini menarik saya untuk memperdalam banyak hal terkait ilmu komunikasi. Mulai dari teknik propaganda yang digunakan masing-masing tim paslon pilpres, sampai konten kampanye tiap partai. Beberapa waktu terakhir, salah satu partai yang saya beruntung melihat dekat “ramuan komunikasi”nya adalah Partai Nasdem. Nasionalis religius dimaknai dengan komitmen Nasdem merawat konsensus kebangsaan NKRI,… Read More

Renungan Tengah Malam tentang Pemilu Kita

https://tirto.id/mindanao-di-filipina-bukan-indonesia-kenapa-sulit-dipahami-df7T Pemilu, pesta demokrasi yang membangun tatanan negara, bukan pesta sabu yang bikin seorang doktor ilmu alam, profesional paling brilian, profesor humaniora, pendidik yang gigih, filsuf, wartawan, penekun agama yang taat mendadak jadi koplo. Ya, sebagaimana orang sedang koplo. Blur realita dan bukan. Samar data dan bukan. Ga bisa membedakan trotoar jalan dengan kasur empuk!… Read More