PERANG MELAWAN HOAKS ALA SINGAPURA

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pr7th6368

Membaca berita ini, saya teringat di beberapa tahun silam, saat menemani guru dan senior kami, Pak Ishadi dan Pak Latief Harnoko, menyambut rombongan menteri senior Mr.Chee dari Singapura. Mereka belajar dari pengalaman kita sebagai bangsa saat menghadapi proses pemilu 2014, saat hoaks menjadi sebuah operasi politik yang sangat masif dibanding era sebelumnya karena perkembangan teknologi informasi dan media baru.

Bagaimana kebohongan di-engineering dengan sederet algoritma yang ‘tidak memiliki hati’, seakan menemukan ‘pasangan’ yang sempurna dengan politisi yang tak lagi menggunakan hatinya dan menganggap politik adalah permainan kekuasaannya semata. Adu kiri, adu kanan, sedang dia sendiri kemudian balik badan 😪

Continue reading

JARINGAN : KOMUNIKASI SOSIAL DAN MEDIA BARU

social-media

Abad 21 sering disebut sebagai abad masyarakat jaringan. Perkembangan masyarakat jaringan ditandai dengan pengaruh teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan pertukaran data dan informasi dalam level tinggi. Dua revolusi komunikasi dalam sejarah media melatarbelakangi perkembangan masyarakat jaringan. Revolusi komunikasi struktural, membawa perubahan fundamental terhadap ruang dan waktu. Media memungkinkan komunikasi antara dua tempat yang berbeda dalam waktu bersamaan, dengan kata lain memungkinkan manusia untuk menciptakan jembatan waktu.

Berikutnya adalah revolusi komunikasi teknikal, yang membawa perubahan fundamental dalam struktur koneksi, memori buatan atau kemampuan dalam mereproduksi konten. Karakteristik dari revolusi komunikasi teknikal ini terletak pada dikenalnya memori buatan digital, transmisi digital dan reproduksi konten. Istilah lain dari fenomena ini adalah revolusi digital. Media baru muncul sebagai akibat dari dampak dari revolusi digital di mana integrasi telekomunikasi, komunikasi data dan komunikasi massa terjadi dalam satu medium.

Masyarakat jaringan sendiri merupakan formasi sosial yang dibentuk oleh infrastruktur jaringan sosial, jaringan teknikal dan jaringan media. Di masyarakat yang individualis, seperti barat, individu merupakan unit terkecil yang dihubungkan oleh jaringan-jaringan dalam masyarakat. Atau untuk masyarakat timur, unit terkecil masih dalam grup berupa keluarga maupun komunitas.

Jaringan sosial sendiri telah ada sepanjang peradaban manusia itu sendiri. Sebagai individu, manusia memiliki kebutuhan untuk berkomunikasi dengan sesamanya sejak manusia hidup dalam kelompok maupun suku-suku. Dengan skala anggota kelompok yang kecil ini, secara intensif, manusia masih bisa saling berkomunikasi untuk bertukar informasi dan barang. Era ini dikenal dengan worldwide web generasi pertama.

Continue reading