Di Balik Kemenangan Jokowi 2014 (Bagian 2)

CRAFTING POLITICAL CAMPAIGN : JOKOWI ADALAH KITA

(Tulisan lama ini baru dipublikasi agar dapat menjadi sharing pengalaman seperti untuk kepentingan studi komunikasi politik)

Jokowi adalah KitaTrend penurunan elektabilitas seperti yang dijelaskan di bagian 1, tidak bisa diabaikan dalam sebuah pertarungan politik di level pemilihan presiden. Jarak kian rapat, yang dalam beberapa survei politik yang dipublikasikan di media massa waktu itu menujukkan selisih perolehan suara sudah di kisaran 1-6% di akhir Mei 2014. Bersama unit kecil, bernama Suropati, kami merumuskan strategi untuk melakukan turnaround berikut turunan taktikal dan uraian scenario planning-nya. Hasil kerja keras hampir 20 jam tiap hari dalam sepekan menghasilkan Jokowi Communication Strat (CommStrat) yang kami beri judul : Jokowi adalah Kita. Dan, saat dipresentasikan langsung di depan calon presiden Bapak Joko Widodo, beliau langsung menyetujui untuk mengubah arah kampanye dengan strategi baru Jokowi adalah Kita.

Sejatinya sebuah commstrat demikian sarat dengan kompleksitas analisa data, namun dalam tulisan ini akan kami sederhanakan dalam paparan cerita tanpa kehilangan esensinya. Kami memulai strategi ini dengan ulasan SWOT yang kami rinci dalam dua bagian : (1) Strength & Opportunities (2) Weakness & Threat.

Strength & Opportunities berbicara mengenai 3 kekuatan utama dalam persona Joko Widodo dalam kompetisi waktu itu yaitu pada kerja mengingat kompetitor Bapak Prabowo sempat kehilangan periode di muka publik paska diberhentikan dari jabatan beliau sebagai panglima kostrad. Sementara Jokowi memiliki rentetan rekaman jejak kinerja yang luar biasa di mulai dari dua periode dia mengelola Solo, hingga gebrakan di awal pemerintahan saat menjabat gubernur di DKI Jakarta.

Continue reading

Di Balik Kemenangan Jokowi 2014 (Bagian Satu)

Di Balik Kemenangan Jokowi 2014 (Bagian Satu)

(Tulisan lama ini baru dipublikasi agar dapat menjadi sharing pengalaman seperti untuk kepentingan studi komunikasi politik)

Research Management

Medio april 2014, setelah hiruk pikuk pemilihan legislative usai, intensitas pertarungan politik justru semakin tinggi. Panggung Akbar berikutnya bagi para politisi adalah pemilihan presiden. Gagalnya PDIP meraih 20% lebih suara cukup mengejutkan, mengingat di awal, banyak pengamat menjagokan PDIP akan melenggang mengulangi kemenangan pemilu besar di awal periode reformasi, dengan menumpangi arus kencang yang disebut Jokowi Effect.

Ya, Jokowi adalah fenomena baru dalam politik waktu itu. Melejit dari walikota sebuah kota kecil menjadi perbincangan ketika memenangkan pilkada DKI Jakarta dengan mengalahkan petahana dalam dua putaran. Arus dukungan publik demikian kencang baik internal PDIP maupun publik yang non partisan saat ini untuk mendesak Ibu Megawati Soekarnoputri segera mendeklarasikan pencalonan presiden Jokowi saat itu merupakan gambaran dari kuatnya popularitas maupun elektabilitas dari sosok Jokowi.

Tentu saja bagi lawan politik, kegagalan PDIP ini seolah menjadi bukti bahwa Jokowi bisa dikalahkan. Saat itu bersama dua kawan karib, Kiki Taher dan Putra Nababan, membentuk sebuah unit kecil bernama Suropati yang memang didisain untuk memantau perkembangan eskalasi politik sejak 2013, kami mencatat dari berbagai data mulai dari pelibatan big data analytic, intelijen media, behavioral research sampai survei politik bahwa serangan ke Jokowi ini akan berhasil jika issue cukup besar, influencers credible, media mendukung dan dilakukan secara kontinu. Dan sejak 9 april atau paska gagalnya PDIP meraih suara di atas 20% serangan makin tajam seperti yang bisa dilihat dalam grafis rekaman pola pergerakan isu dalam timeline 2014.

Continue reading

Mempersiapkan Masa Depan Media Berita (Studi Kasus Metro TV)

Mempersiapkan Masa Depan Media Berita (Studi Kasus Metro TV)

Mulai dari awal karir broadcast sampai akhir 2011, saya mengamati perubahan trend media televisi. Di periode 2005, tanda-tanda penurunan total rating poin mulai terjadi bahkan di zona utama primetime sekalipun. Nielsen Indonesia baru mulai mempublikasikan di periode 2010-an namun dengan embel-embel konsumsi tv per jam malah naik.

2012, Berbekal proyeksi kepemirsaan dan pengalaman di dua lingkungan programming (baik TV general entertainment Transmedia maupun TV berita TVone), ramalan di depan BOD Metro TV bahwa titik terendah deklinasi media konsumsi TV  Berita akan terjadi di periode 2015.

Proposal untuk Metro TV sekaligus hipotesis dalam menghadapi perubahan lanskap itu bernama “Content & Knowledge Management”. Fenomena perubahan industri ini menuntut 3 hal. Pertama, perubahan kultur. Kedua, perubahan model bisnis. Ketiga, perubahan pengukuran. Kita mulai satu per satu.

Perubahan Kultur

Terinspirasi oleh Henry Jenkins dalam bukunya, Convergence Culture (2006). Antisipasi paling awal dari perubahan ini terletak pada kultur. Benturan konvergensi mengakibatkan “blur”-nya medium. Implikasi paling nyata adalah tuntutan akan mindset dan skillset para pekerjanya.

Continue reading

Tren Data dan Informasi

Tren Data dan Informasi

Kebutuhan manusia untuk mengukur realitas yang dihadapinya menjadi kebutuhan atas sebuah data. Pengukuran dasar panjang dan lebar menjadi awal dari peradaban manusia. Kemampuan untuk merekam informasi merupakan salah satu garis demarkasi antara masyarakat primitif dan modern.  Perkembangan bahasa tulisan tidak saja membuat manusia mampu mengukur sebuah realitas, merekamnya untuk kemudian dipelajari kembali. Pengukuran dan merekamnya merupakan tonggak awal dari penciptaan data. Pondasi dari apa yang disebut dengan datafikasi. Data memungkinkan manusia mereplikasi aktivitas-aktivitas seputar kehidupannya seperti arsitek dapat mempelajari catatan dimensi rancangan bangunan sebelumnya, atau ahli pertanian mempelajari berapa hasil panen dari lahan pertanian.
Dari pengenalan angka, matematika berperan dalam membantu manusia dalam melakukan tabulasi hingga menganalisa data. Salah satu cabang dari ilmu matematika bernama statistika memungkinkan proses analisa dapat menghasilkan prediksi-prediksi masa depan yang sangat diperlukan dalam proses perencanaan.

Continue reading