Politik Berke-TUHAN-an

*Renungan Jum’at*

Tahun politik ini menarik saya untuk memperdalam banyak hal terkait ilmu komunikasi. Mulai dari teknik propaganda yang digunakan masing-masing tim paslon pilpres, sampai konten kampanye tiap partai.

Beberapa waktu terakhir, salah satu partai yang saya beruntung melihat dekat “ramuan komunikasi”nya adalah Partai Nasdem. Nasionalis religius dimaknai dengan komitmen Nasdem merawat konsensus kebangsaan NKRI, menjaga ideologi negara dan menaungi keberagaman. Semua jargon dan konten politik soal ini sudah khatam lah kita lihat dari layar televisi.

Namun, saya tertarik dengan sisi religius, dari jargon politik sampai perilaku yang ditampilkan partai ini menurut saya jauh lebih religius dibanding partai yang mendeklarasikan dirinya berplatform agama. Tanpa kompromi terhadap praktek korupsi, ditunjukkan dengan politik tanpa mahar yang ditengarai cikal bakal politik uang dan cost of politic. Tidak memberi ruang pada penggunaan fasilitas negara dengan larangan menteri kader Nasdem ikut dalam pemilu legislatif. “Elektoral itu penting, tapi menjaga nilai kebenaran terpenting.” Ucap SP.

Continue reading