Persaingan Panas: Pertamina, Shell dan Petronas

Shell kini mimiliki 13 gerai SPBU yang sebagian besar tersebar di Jakarta, dan jaringan distributor meliputi 24 agen yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. SPBU Shell didukung oleh pompa bensin modern berkecepatan tinggi; menyediakan bon tanda terima yang dicetak secara digital; dan dilengkapi sebuah minimarket. Sementara itu, Petronas yang sekarang sudah membangun lima SPBU, sampai tahun 2011 menargetkan dapat memiliki 400-an gerai SPBU di Tanah Air. SPBU itu nantinya dilengkapi dengan supermarket dan kafe untuk lebih menarik konsumen.
Pertamina tak tinggal diam. Sejumlah langkah strategis diayun untuk meningkatkan kinerja dan infrastruktur di sektor hilir perusahaan pelat merah ini, antara lain, menyerahkan operasional perniagaan dan pemasaran BBM kepada PT Pertamina Retail, anak usaha Pertamina (Persero). “Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Pertamina, melalui pelayanan prima dan kelengkapan infrastruktur pendukung, dengan ditunjang SDM yang berkualitas di 28 SPBU yang dimiliki dan dioperasikan oleh Pertamina, ujar Tjandra Putra Kelana, Presdir Pertamina Retail. Hasilnya? Saat ini Pertamina mampu menjual produk BBM mencapai 98% dari target 1.116 kiloliter per hari.
Selain itu, BUMN ini pun meluncurkan program Pertamina Way, yang dirancang untuk melayani pengisian BBM secara cepat, ramah dan nyaman. Adapun program lainnya disebut Pasti Pas, yang membuktikan telah diperolehnya sertifikat quality & assurance Pasti Pas dari lembaga audit independen. Sertifikat itu diberikan kepada 7 SPBU Corporate Owned-Corporate Operate Pertamina yang memiliki kinerja memuaskan Hal ini  secara tidak langsung diharapkan dapat mendorong SPBU Distributor Owned-Distributor Operate yang berjumlah lebih dari 3.500 unit supaya meningkatkan kualitas layanannya. Terobosan lainnya, menghadirkan Bright Cafe, produk non-fuel retail dengan konsep meeting point yang memiliki target pelanggan yang mobilitasnya tinggi. Juga, ada Bright Convenience Store, yang menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan SPBU.
Sepak terjang tiga pemain di ceruk ritel BBM ini diperkirakan kian panas. Masing-masing sudah mengeluarkan jurus-jurusnya untuk menggaet hati konsumen selain memperluas ruang gerak di pasar.“Bisa dimaklumi, karena pangsa pasar ritel BBM di Indonesia saat ini masih cukup besar. Idealnya, pasar ritel BBM Indonesia memiliki 8 ribu SPBU untuk melayani konsumen yang jumlahnya cukup besar, sedangkan saat ini baru ada sekitar 4 ribu SPBU,papar Tjandra.