Dibutuhkan : Pasukan ‘Gila’

Pertemuan dengan Prof Syafe’i Ma’arif di salah satu sesi workshop di kawasan Kemang menyisakan kenangan berharga. Yaitu, harapan seorang guru bangsa pada generasi selanjutnya.

Berawal dari kegundahan hati sang Guru terhadap kondisi bangsa saat ini. Korupsi yang merajalela di birokrasi. Deindustrialisasi, banyak industri riel tumbang karena tidak kompetitif. Dan celakanya, bangsa ini terlihat sangat tidak peduli. Sibuk dengan urusan masing-masing, dan kepentingan jangka pendeknya.

“Porter ada benarnya. Ketika dia kritik keburukan mental set bangsa kita. Bahwa kita hanya berpikir menghabiskan kue yang ada daripada membuat kue-kue baru….”Tutur sang Guru mengutip pernyataan Michael Porter – guru besar dari Harvard- ketika berkunjung ke Indonesia novermber tahun lalu. Begitu rakusnya kita. Begitu takutnya kehilangan jatah, sehingga sikut sana sini jadi wajar. Begitu pula embat (ambil,red) sana sini jadi biasa, ga peduli status halal atau haram lagi.

Sang guru terlihat seperti frustasi sendiri hari itu. “Sistem yang korup, mentalitas masa bodoh, plus kepemimpinan yang lemah, membuat situasi ini seperti lingkaran setan yang sulit diputuskan.”ujarnya. Terutama masalah kepemimpinan, sang guru menyebutkan bahwa sejarah memang belum berpihak pada negeri ini. Di mana sepanjang sejarah bangsa ini, kepemimpinan seperti mandeg.

Sambil menghela napas, sang guru meneruskan,” Akhirnya, dibutuhkan sekumpulan pasukan gila. Profesional maupun pengusaha yang gila. Berani menantang keadaan. Berpikir lurus, berbudi luhur dan selalu mementingkan kepentingan orang banyak. Meski memang manusia-manusia seperti ini menjadi langka di negeri ini. Tapi, sang Guru nampak tetap optimis.

“Bangsa ini memang masih dalam proses sejarahnya. Kita sebagai bangsa belum sematang Amerika Serikat sebagai bangsa. Proses masih panjang. Dan kita perlu belajar bagaimana Amerika bisa bangkit dulu….” tutur sang Guru. Dia pun mengutip salah satu esensi dari tulisan seorang penulis Prancis. Bahwa Amerika bisa memperoleh pencapaian luar biasa ini lewat usaha keras mereka, dan lewat kreatifitas mereka. Ungkapan yang langsung mengena di diri ini.

Dan yap, mari kita hiasi langit negeri ini dengan karya-karya kreatif kita. Dengan semangat membangun. Dengan menata lagi mental model kita, mengisinya penuh dengan budi pekerti.

Terima kasih untuk pembelajarannya, Prof. Dan saya yakin, harapan Anda akan terkabul. Akan berduyun-duyun anak bangsa ini berdiri di barisan pasukan ‘gila’ negeri ini….