Ketika Dunia Bisnis Mencari Tuhan

Ada beberapa literatur yang cukup menarik belakangan, mulai dari Megatrends 2000, Megatrends 2010, Spiritual Capital, dan terakhir Meaning,Inc. Ada sebuah benang merah yang oleh Patricia Aburdene (dalam Megatrends 2010) disebut sebagai kesadaran kapitalisme. Memperkuat argumennya, Patricia menyebut adanya gelombang tren di kalangan bisnis dengan gerakan corporate social responsibility. Beberapa kampiun bisnis seperti Intel, Motorola, Microsoft dan Bodyshop menjadi lokomotif terdepan dalam hal ini.

Lebih lanjut, Patricia mengungkap sedikitnya 63 juta konsumen dalam preferensi terhadap sebuah produk ataupun jasa memilih produsen yang memiliki nilai-nilai etika dan gaya hidup yang baik. Fakta ini memperkuat sinyal bahwa pasar sudah semakin rumit, yang memaksa produsen untuk terus berubah mulai dari product oriented menjadi value oriented. Di mana nilai-nilai etika dan moral menjadi sangat penting.

Para profesional bisnis pun mulai merasa haus dengan nilai-nilai spiritual. Keberjarakan antara jiwa dan tubuh membuat manusia jadi terasing dalam kehidupannya sendiri. Begitu juga dengan pencarian selama ini terhadap kesuksesan dan kekayaan yang ternyata tidak menyisakan sebuah akhir yang menentramkan jiwa. Dengan berbagai cara para profesional pun mulai mencari makna hidup di kehidupan karir mereka. Tempat kerja juga tidak terlepas dari pencarian makna hidup ini. Semua kisah ini ditulis dengan apik oleh Gurnek Bains, seorang pakar psikologi industri dalam A meaning Inc.

Menarik untuk ditunggu apakah tren kebangkitan kesadaran baru terhadap nilai-nilai spiritual ini tidak kandas di tengah jalan…..