Arti Manusia di Negeriku

Kemarin ada tamu mencari tim Kejamnya Dunia-TRANS TV. Ibu dari seorang anak yang menderita
Retinoblastoma akut yang sudah sampai menyerang ke sumsum si bocah
berumur 3 tahun ini. Berawal dari malpraktek, saat tumor kecil di
dekat mata sang anak di angkat desember 2004. Sang dokter bersikukuh
tidak perlu kemoterapi, alasannya semua jaringan yang terjangkiti
sudah dibersihkan. Hasilnya kondisi si anak memburuk dengan cepat.
Maklum si raksasa (tumor) yang terganggu tidurnya mengamuk dan memaksa
si anak kehilangan bola matanya.

Sang ibu yang gigih terus mengupayakan buah hatinya selamat. Di saat
rumah sakit yang memulai operasi lepas tangan, berangkatlah dia ke
rumah sakit lain. Hasilnya luar biasa, dari catatan medis hanya obat
paracetamol dan sangobion untuk tumor yang sudah menjelma menjadi
kanker ganas. Sampai di sini siapa yang kuat mendengar kisah ini?
Terutama bagi saya yang sempat punya trauma dalam hal ini beberapa
kali. Dan baru seminggu lalu, harus menahan supaya tangan ini tetap
santun-tidak menjotos seorang oknum tenaga medis.Yang dengan
cengengesan mengatakan “ternyata adik bapak bukan sakit demam
berdarah, tapi typhus”….

Beruntung Tuhan menguatkan hati saya dengan menyuguhkan keberanian
para jurnalis muda ini, Mutia, Reza dan Deden. Wakil dari profesi yang
kerap dituding menikmati kesengsaraan sebagai sebuah show yang
menguntungkan. Tiga orang yang sigap melakukan pekerjaannya sebagai
jurnalis sekaligus tugasnya sebagai manusia. Mengantar keluarga malang
ini mencari rumah sakit yang masih sudi menampungnya…..

Terima kasih Mutia, Deden dan Reza…..Terima kasih.
Tendean, 16 Juli 2005